Minggu, 21 Jun 2026 19:45 WIB

Aipda Sigit "Hellboy": Tak Mengejar Pujian, Hanya Memastikan Rakyat Tetap Aman

Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”, memilih tetap fokus menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim
Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”, memilih tetap fokus menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim

Detik7News.com | SURABAYA – Di tengah derasnya arus kritik dan sorotan publik terhadap institusi kepolisian, sosok Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”, memilih tetap fokus menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Bagi Hellboy, menjadi anggota Polri bukan tentang mencari pujian atau popularitas. Pengabdian sejati, menurutnya, adalah memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, dan terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan.

Di balik berbagai keberhasilan pengungkapan kasus kriminal, penangkapan pelaku kejahatan, hingga terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, terdapat perjuangan aparat yang bekerja tanpa mengenal waktu. Mereka menghadapi risiko, tekanan, bahkan ancaman terhadap keselamatan diri demi menjaga keamanan masyarakat.

“Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami,” tegas Aipda Sigit Dwi Susanto, Sabtu (20/6/2026).
Pernyataan tersebut bukan sekadar ungkapan, melainkan prinsip yang selama ini dipegang teguh dalam menjalankan tugas. Saat sebagian besar masyarakat beristirahat, aparat keamanan tetap siaga melakukan patroli, penyelidikan, hingga pengejaran terhadap para pelaku kejahatan.

Sebagai personel yang bertugas di jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Hellboy memahami bahwa tugas kepolisian tidak selalu berbanding lurus dengan apresiasi publik. Kritik, cibiran, bahkan tudingan kerap menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Namun baginya, seorang anggota Polri harus tetap profesional dan tidak boleh larut dalam pujian maupun terpancing oleh hujatan.

Yang terpenting adalah memastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Lebih jauh, Hellboy menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Melalui gagasan yang ia gaungkan, yakni “Sabuk Kamtibmas”, Hellboy mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu memperkuat semangat bela negara serta berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Menjaga keamanan dan bela negara bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Mulai dari pejabat, aparatur pemerintah, insan media, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, pemuda, hingga seluruh rakyat Indonesia harus menjadi bagian dari Sabuk Kamtibmas,” ujarnya.
Menurutnya, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dari tindak kriminal konvensional. Penyebaran hoaks, ujaran provokatif, konflik sosial, hingga upaya-upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.

Di era digital yang serba cepat, Hellboy menilai setiap warga negara memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Masyarakat dituntut lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta aktif menjaga kerukunan dan persatuan di lingkungan masing-masing.

Ia juga memandang kritik terhadap institusi kepolisian sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. Kritik, menurutnya, merupakan bentuk kontrol sosial yang harus dihormati. Namun kritik yang disampaikan dengan solusi dan semangat membangun akan lebih bermanfaat dibandingkan hujatan yang hanya memperuncing perpecahan.

“Polisi dan masyarakat sebenarnya berada di tujuan yang sama. Kita sama-sama ingin Indonesia aman, tertib, damai, dan berkeadilan. Karena itu mari saling mengingatkan, saling mengawasi, dan saling mendukung demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” katanya.


Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, Hellboy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persaudaraan di atas perbedaan, menjaga persatuan di atas kepentingan kelompok, serta menempatkan keamanan rakyat sebagai tanggung jawab bersama.

Baginya, pengabdian tidak membutuhkan panggung kehormatan ataupun tepuk tangan. Nilai pengabdian sejati terletak pada manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat berapa banyak pujian yang kita terima. Sejarah akan mencatat apa yang telah kita lakukan untuk rakyat, bangsa, dan negara.Karena pengabdian sejati adalah ketika masyarakat merasa aman, meski tidak pernah tahu siapa yang berjaga untuk mereka,” pungkas Aipda Sigit Dwi Susanto.


Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih tersebut, sosok Hellboy menjadi cerminan bahwa di balik seragam dan tugas berat yang diemban, terdapat komitmen kuat untuk menjaga keamanan, persatuan, dan ketenangan masyarakat demi Indonesia yang lebih aman dan harmonis.

(Red)

Editor : Redaksi