Bojonegoro | Detik7news.com - Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai kegiatan tasyakuran sekaligus pelantikan pengurus Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas insan pers sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai pihak di daerah.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan visi dan misi organisasi sebagai landasan arah gerak KWI ke depan. Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan pesan Bupati Bojonegoro yang diwakili oleh Agus.
Pesan tersebut mewakili Adi Setyo Wahono yang menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya KWI serta harapan agar organisasi ini terus bersinergi dan memberi kontribusi positif bagi pembangunan daerah melalui karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur TNI–Polri serta berbagai perwakilan organisasi pers, di antaranya Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Klampok, Wakapolsek Kapas AKP Suyono, perwakilan Danramil, Ketua AWPI Agus, Ketua AKP Ferry, Ketua PJI Anam, Ketua SMSI Kustaji, Ketua JSMI Ririn, dan Ketua PWI Sasmito. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan dukungan luas terhadap keberadaan KWI di Bojonegoro.
Ketua Umum KWI, Umar Hayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati Bojonegoro, termasuk melalui pesan singkat. Ia menegaskan bahwa KWI adalah wadah pemersatu insan pers dari berbagai latar belakang media.
“KWI resmi berkekuatan hukum sejak 26 Januari 2026 dan kini telah berkembang di Jawa Timur serta mulai merambah seluruh nusantara. Dalam waktu dekat, kami akan membentuk DPC dan DPD di berbagai daerah. KWI hadir untuk mempersatukan seluruh jurnalis, serta siap membantu rekan-rekan yang menghadapi intimidasi maupun permasalahan,” ujarnya.
Ketua DPD KWI Bojonegoro, Zainal Abidin, menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan organisasi.
“KWI harus bersatu dalam berpikir. Kami akan mengembangkan sayap dari Bojonegoro hingga ke Tuban dan Banyuwangi. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ungkapnya.
Dewan Penasehat KWI, Samsul Arifin, mengajak seluruh anggota untuk menjalin sinergi dengan institusi TNI dan Polri demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Bojonegoro.
Dukungan juga datang dari Ketua Vanguard, Kokoh, yang mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada regulasi pers, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Pegang teguh prinsip jurnalistik, jangan hanya mengedepankan satu pasal saja. Ada banyak aturan yang harus dipahami agar tetap profesional,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPC KWI Bojonegoro, Teguh Waluyo, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan yang telah dilaksanakan pada 26 April 2026. Ia berharap KWI dapat menjadi wadah pemersatu, bukan ajang persaingan.
“Alhamdulillah, saat ini KWI Bojonegoro telah memiliki sekitar 50 jurnalis yang tersebar di 28 kecamatan. Mari kita bangun sinergi dan kerja sama demi kemajuan Bojonegoro,” tuturnya.
Acara ditutup dengan prosesi pelantikan anggota inti DPC KWI Bojonegoro dan pemotongan tumpeng sebagai simbol langkah awal dalam memperkuat organisasi serta meningkatkan peran pers dalam pembangunan daerah.(Red)
Editor : Redaksi