Minggu, 21 Jun 2026 02:35 WIB

PAMUNGKAS KIRAB BUDAYA GREBEG SURO 2026 BERLANGSUNG MERIAH DAN SUKSES, BUDAYA LELUHUR TERUS DIJAGA DAN DILESTARIKAN

Puncak Acara Kirab Budaya Grebeg Suro 2026 yang digelar di lapangan selatan Alun-Alun Sidoarjo (Disporapar)pada Sabtu malam (20/06/2026) berlangsung meriah, aman, dan sukses
Puncak Acara Kirab Budaya Grebeg Suro 2026 yang digelar di lapangan selatan Alun-Alun Sidoarjo (Disporapar)pada Sabtu malam (20/06/2026) berlangsung meriah, aman, dan sukses

Detik7News.com | Sidoarjo – Puncak Acara Kirab Budaya Grebeg Suro 2026 yang digelar di lapangan selatan Alun-Alun Sidoarjo (Disporapar)pada Sabtu malam (20/06/2026) berlangsung meriah, aman, dan sukses. Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya tradisional yang ditampilkan oleh para pelaku seni dan komunitas budaya dari berbagai wilayah meskipun sempat gerimis manja 

Acara yang menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Jawa atau 1 Suro tersebut menghadirkan berbagai kesenian tradisional, termasuk penampilan spektakuler dari Putro Warso Wijoyo 1244 (PWWX1244) Wayang Ndoyong yang sukses memukau masyarakat dan tamu undangan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat, budayawan, pelaku seni, serta sejumlah pejabat daerah.Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H Warih Andono  S.H  yang akrab disapa Abah Warih menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan Grebeg Suro 2026. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini merupakan sarana penting untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus menjaga warisan leluhur.
"Grebeg Suro bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan menjadi agenda budaya yang semakin besar di Kabupaten Sidoarjo," ujar Abah Warih.

Sementara itu, Hj. Sukartini, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan, yang turut hadir dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh di masyarakat.

"Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan Grebeg Suro ini menjadi bukti bahwa budaya daerah masih dicintai masyarakat. Kami mengapresiasi seluruh komunitas budaya, seniman, dan generasi muda yang terus menjaga serta mengembangkan warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal luas," ungkap Hj. Sukartini.

Dalam kesempatan yang sama, Sujani, Bupati Swasta, juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
"Layak diapresiasi, karena tidak banyak yang mau peduli dengan budaya yang ada sejak zaman leluhur kita dahulu. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih banyak memberikan perhatian terhadap budaya yang ada di Sidoarjo, terutama dalam hal pendanaan dan pembinaan. Dengan begitu para pelaku budaya atau uri-uri budaya tetap eksis dan tidak lekang dimakan waktu maupun perkembangan zaman," tegas Sujani.

Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya sangat penting agar generasi penerus tidak kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.
"Tujuannya agar anak cucu kita tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak bangsa yang tinggal di negaranya sendiri. Jangan sampai mereka kehilangan budaya luhur yang menjadi kebanggaan dan warisan nenek moyang kita," lanjutnya.

Kehadiran kyai Kerah Sakti bersama para tokoh budaya lainnya semakin menambah 
khidmat dan semarak acara. Mereka memberikan dukungan moral serta doa agar budaya tradisional Sidoarjo terus berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Dengan suksesnya Pamungkas Kirab Budaya Grebeg Suro 2026, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah pelestarian budaya, penguatan karakter bangsa, serta sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga warisan budaya Nusantara. Acara ditutup dengan penuh kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.


(Wyna)

Editor : Redaksi