Detik7News.com | BANYUWANGI – Komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus dilakukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. Kali ini, MAKI Jatim menghadirkan pameran budaya dan ekonomi kreatif bertajuk The Biggest Culture of Jatim With UKM/UMKM and Ekraf – Fiesta 2026 di halaman Pancoran Waterpark, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026, memberikan kesempatan kepada 44 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Menariknya, seluruh pelaku UMKM mendapatkan fasilitas stan secara gratis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Pameran tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 MAKI Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober 2026.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan di Banyuwangi merupakan tindak lanjut komunikasi dan arahan Gubernur Jawa Timur agar peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini turut digelar di wilayah ujung timur provinsi.
Menurut Heru, Banyuwangi memiliki kekayaan seni dan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat. Potensi tersebut perlu terus dilestarikan sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
“Ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme dan harmonisasi yang kuat antara pelestarian budaya dengan penguatan perekonomian masyarakat,” ujar Heru.
Salah satu fokus utama festival ini adalah membuka ruang promosi seluas-luasnya bagi pelaku UMKM lokal. Dengan disediakannya stan secara gratis, para pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat luas tanpa terbebani biaya sewa tempat pameran.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pemasaran, membangun jejaring usaha, serta membuka peluang peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.
Heru menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh MAKI, jumlah pelaku UMKM di Jawa Timur mencapai hampir 8,6 juta. Besarnya potensi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar sektor UMKM semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, kontribusi MAKI tidak hanya diwujudkan melalui fungsi kontrol dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, baik APBD maupun APBN, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin keberadaan lembaga ini tidak hanya dikenal melalui fungsi pengawasan, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.
Dalam penyelenggaraan festival kali ini, MAKI Jatim juga melibatkan 18 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta satu OPD Pemerintah Kabupaten Jember. Keterlibatan tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan penyelenggaraan pameran MAKI Jatim sebelumnya.
Untuk menarik minat pengunjung, panitia menyiapkan berbagai kegiatan yang memadukan unsur budaya, pendidikan, olahraga, dan hiburan.
Pada hari pembukaan, Jumat (30/10/2026), kegiatan diisi dengan lomba mewarnai yang diikuti sekitar 250 siswa TK dan PAUD, serta peserta dari jenjang pendidikan dasar sesuai kategori lomba. Acara juga dimeriahkan penampilan seni budaya.
Ketua Panitia, Muhammad Jauhari, mengatakan bahwa festival ini dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai anak-anak, pelajar, keluarga, hingga masyarakat umum.
Pada Sabtu (31/10/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan fashion budaya dan Deklarasi Anti-Bullying. Deklarasi tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PGTK, PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, baik negeri maupun swasta, termasuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.
Menurut Heru, deklarasi antiperundungan menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap persoalan bullying yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, pada Minggu (1/11/2026), panitia menjadwalkan kegiatan Jatim Fun Run sejauh lima kilometer dengan target sekitar 1.000 peserta. Agenda tersebut diharapkan semakin meningkatkan antusiasme masyarakat sekaligus mendongkrak kunjungan ke area pameran.
Panggung hiburan juga menghadirkan sejumlah penampil selama tiga hari pelaksanaan. Guntur dan Dini Kurnia dijadwalkan tampil pada Jumat, disusul Wandra bersama orkestra pada Sabtu. Sementara Lala Widy dijadwalkan mengisi panggung hiburan pada Minggu sekaligus memeriahkan penutupan festival.
Owner Pancoran Group selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pancoran Waterpark Rogojampi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sebuah acara yang mengangkat kebudayaan, UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Sebagai tuan rumah, Pancoran Group berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang terlibat.
Heru Satriyo pun berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Banyuwangi.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari banyaknya stan yang berdiri atau pengunjung yang hadir. Lebih dari itu, festival diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan penjualan produk mereka.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Tidak sekadar menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang promosi dan kesempatan untuk meningkatkan penjualan,” katanya.
MAKI Jatim mengajak masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum festival dengan mengunjungi area pameran, menikmati pertunjukan budaya, serta membeli produk-produk UMKM lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan dan akses masuk area pameran tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat datang bersama keluarga maupun teman untuk menikmati hiburan sekaligus mendukung usaha lokal.
Melalui The Biggest Culture of Jatim With UKM/UMKM and Ekraf – Fiesta 2026, MAKI Jawa Timur berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan terhadap UMKM bukan hanya tentang menyediakan tempat berjualan, melainkan juga membangun kesempatan agar produk lokal semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi antara penyelenggara, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, festival ini diharapkan menjadi momentum positif bagi kebangkitan UMKM Banyuwangi sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur.(Team)
Editor : Redaksi