JAKARTA | Detik7News.com - Puncak perjalanan panjang para pelajar-atlet terbaik Indonesia dalam ajang DBL Camp 2026 akhirnya mencapai klimaks. DBL Indonesia resmi mengumumkan skuad elite Kopi Good Day DBL All-Star 2026, Minggu (3/5), yang terdiri dari 24 pemain terbaik dan 4 pelatih terpilih untuk menjalani program pelatihan dan pertandingan di luar negeri.
Ajang yang memasuki tahun ke-17 ini diikuti lebih dari 250 pemain dan 54 pelatih dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Para peserta merupakan student-athlete hasil seleksi ketat dari berbagai jalur, termasuk First Team, Second Team, hingga program Road to DBL Camp.
Selama sepekan, para campers ditempa dalam pelatihan intensif bersama pelatih dari World Basketball Academy Australia yang dipimpin legenda basket dunia, Andrew Vlahov. Tahun ini, pelaksanaan camp juga terasa spesial karena digelar di venue baru berstandar internasional di DBL Academy East Jakarta.
“Persaingan tahun ini sangat ketat, bahkan kami harus menambah jam latihan dan meeting,” ungkap Vlahov.
Dari 24 nama yang terpilih, terselip kisah menarik yang mencatat sejarah baru di DBL. Untuk pertama kalinya, kakak beradik berhasil lolos bersama dalam satu musim All-Star. Mereka adalah Praisey Blessed dan sang adik, Miracle Christiano.
Keduanya menunjukkan chemistry unik, baik di dalam maupun luar lapangan. “Di rumah memang sering seperti tikus dan kucing, tapi kami saling support. Senang banget bisa berangkat bareng ke luar negeri,” ujar Miracle.
Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda menegaskan bahwa program luar negeri bukan sekadar tur, melainkan bagian dari strategi membuka peluang lebih luas.
“Kami akan memilih turnamen yang bisa membuat pemain dilihat oleh pelatih internasional. Harapannya, semakin banyak talenta Indonesia mendapat scholarship,” tegas Azrul.
Momen pengumuman juga diramaikan dengan peluncuran sepatu eksklusif AZA DBL Play 2.0 edisi custom. Sepatu ini dirancang khusus untuk para pemain dan pelatih All-Star, hasil kolaborasi dengan seniman visual Assadul Wafi Al Mawardi.
Mengusung tema “Nusantara di setiap langkah talenta muda”, desain sepatu memadukan unsur budaya Indonesia seperti Batik Mega Mendung, Parang, hingga motif Mandau. Karakter “Garuda Rise” mewakili tim putra dengan simbol kekuatan dan kepemimpinan, sementara “Srikandi Rush” menggambarkan kecerdasan dan ketangguhan tim putri.
Tak hanya fokus pada pemain, DBL juga memperluas apresiasi kepada para guru melalui program baru bertajuk Super Teacher. Program ini menjadi bentuk penghargaan atas peran penting guru dalam perjalanan atlet pelajar.
Selama lebih dari dua dekade, guru menjadi bagian tak terpisahkan dalam kompetisi DBL. Mereka bukan hanya pendamping formal, tetapi juga motivator, pengarah, hingga figur penting dalam pembentukan karakter atlet.
“Sudah saatnya kami juga membantu mewujudkan mimpi para guru,” ujar Azrul Ananda.
Program ini terbuka gratis untuk seluruh guru di Indonesia dan menawarkan kesempatan pelatihan hingga pengalaman belajar ke luar negeri, mirip dengan konsep DBL Camp untuk siswa.
Skuad putra dan putri diisi oleh talenta terbaik dari berbagai sekolah ternama di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Bali. Nama-nama seperti Miracle Christiano, Steven Sebastian, hingga Praisey Blessed menjadi sorotan dalam daftar tahun ini.
Dengan kombinasi pembinaan atlet, inovasi kolaborasi lokal, hingga penghargaan untuk guru, DBL Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai ekosistem pembinaan pelajar-atlet paling berpengaruh di Tanah Air. Tahun 2026 bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang mimpi, dedikasi, dan masa depan generasi muda Indonesia.(Red)
Editor : Redaksi