Jumat, 03 Jul 2026 01:32 WIB

BGRP (Barisan Gotong Royong Perjuangan) ikut Kirab Budaya Joko Dolog, ketua umum ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Ja

Kirab budaya tersebut menjadi momentum bagi BGRP untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Jawa Timur di tengah pesatnya perkembangan zaman 2/7/2026.
Kirab budaya tersebut menjadi momentum bagi BGRP untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Jawa Timur di tengah pesatnya perkembangan zaman 2/7/2026.

 

Detik7news.com Surabaya –  BGRP berpartisipasi dalam keikutsertaan acara Kirab Budaya cakrawala Mandala dwipantara dalam acara festival Joko Dolog kamis 2 juli 2026 didepan cagar budaya arca Joko dolog taman apsari yang digelar di Surabaya,  sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai kebersamaan. Keikutsertaan BGRP dipimpin langsung oleh Ketua Umum BGRP, Kongko Windani, bersama pengurus dan anggota organisasi.


Kirab budaya tersebut menjadi momentum bagi BGRP untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Jawa Timur di tengah pesatnya perkembangan zaman 2/7/2026.


Ketua Umum BGRP, Kongko Windani, mengatakan budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. 


Menurutnya, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati merupakan bagian dari budaya Jawa Timur yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Kirab Budaya Joko Dolog bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa budaya adalah jati diri bangsa. Kami mengajak generasi muda untuk bangga terhadap budaya Jawa Timur dan ikut menjaga serta melestarikannya," ujar Kongko Windani.


Ia menilai perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. 


Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan karena sebagian generasi muda mulai kurang mengenal sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya daerah.


Karena itu, BGRP memandang kegiatan budaya seperti Kirab Joko Dolog memiliki peran penting sebagai media edukasi sekaligus sarana mempererat persatuan dan kebersamaan antar warga.


Menurut ketua BGRP pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau komunitas budaya, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan generasi muda.


BGRP akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur. 


Budaya harus menjadi sumber inspirasi dalam membangun karakter bangsa yang berakhlak, menghargai keberagaman, dan memiliki semangat gotong royong," katanya.


Keikutsertaan BGRP dalam Kirab Budaya Joko Dolog juga menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan kebangsaan. 


Melalui kegiatan tersebut, BGRP berharap masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.


BGRP optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, organisasi masyarakat, dan generasi muda, nilai-nilai budaya Jawa Timur dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.


Organisasi ini berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman. (Nns)

Editor : Korwil Jatim