Selasa, 30 Jun 2026 13:34 WIB

Sinergi Kementrans-Aruna, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Sukses Ekspor Rajungan Ke Pasar Global

Dalam ekspor rajungan, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersinergi dengan Aruna, perusahaan industri perikanan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Aruna sebagai offtaker”, ujar Viva Yoga. 
Dalam ekspor rajungan, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersinergi dengan Aruna, perusahaan industri perikanan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Aruna sebagai offtaker”, ujar Viva Yoga. 

 

Detik7news.com/GRESIK Saya merasa senang dari kawasan transmigrasi potensi rajungan berhasil dikelola dengan baik hingga akhirnya komoditas ini dilepas untuk diekspor ke Amerika Serikat”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat memberi sambutan dalam acara ‘Ekspor Rajungan Produk  Unggulan di Kawasan Transmigrasi’ di Kawasan Industri Gresik (KIG), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, 29/6/2026.


Rajungan yang didatangkan dari berbagai kawasan transmigrasi di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat, ditambah dari rajungan dari kabupaten Lamongan dan Gresik, berat yang diekspor mencapai 16 ton dengan nilai rupiah setara antara Rp14 miliar hingga Rp16 miliar. Dalam sebulan melepas ekspor dua kali, dan masih membutuhkan volume ekspor karen permintaan meningkat.


Dalam ekspor rajungan, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersinergi dengan Aruna, perusahaan industri perikanan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Aruna sebagai offtaker”, ujar Viva Yoga. 


Hadirnya Aruna mampu menjembatani warga transmigran sebagai pelaku usaha dengan pasar global”, tambahnya. Dari sinergi inilah mampu memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi transmigran dan masyarakat lain yang menempati kawasan transmigrasi. 

Kawasan transmigrasi mampu ekspor rajungan karena pengembangan kawasan disesuaikan dengan potensi wilayah dan daerah. “Masing-masing kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan”, ungkap Viva Yoga. 

Masing-masing kawasan dikembangkan secara khusus sehingga melahirkan beragam potensi, seperti di kawasan transmigrasi yang berada di Jambi dikembangkan perkebunan sawit, Sumatera Selatan kawasan tanaman pangan, Sulawesi Tengah untuk pengembangan durian, kopi dan coklat.
 

Dirinya senang permintaan rajungan dari negara lain masih terbuka lebar sehingga warga transmigran bisa lebih meningkatkan usaha dan produksi. Dari pihak offtaker mendorong agar program transmigrasi dilakukan lagi  agar menambah pelaku usaha di sektor perikanan khususnya rajungan agar komoditas ini semakin meningkat dan memenuhi keinginan pasar global.

Bila aktivitas berlanjut dan berkembang volumenya, ada kemungkinan untuk dibangun pabrik pengelolaan rajungan di kawasan transmigrasi seperti di Gresik ini”, ujarnya.
 

Industrialisasi di kawasan transmigrasi menurut Viva Yoga sangat memungkinkan untuk dilakukan. Dikatakan di kawasan transmigrasi Melolo yang ada di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, di sana ada pabrik gula yang bernama Sumba Manis.

Di sana mampu mensejahterakan transmigran dan masyarakat. Industrialisasi dan hilirisasi bisa dikembangkan di kawasan-kawasan transmigrasi sesuai dengan komoditas unggulannya”, ujarnya. 


Diungkap, ekspor komoditas unggulan yang lain juga pernah dilakukan. Disebut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, beberapa waktu yang lalu melakukan pelepasan ekspor durian ke China dengan nilai Rp42,5 miliar. Durian sebanyak 459 ton itu berasal dari transmigran Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 


Mengembangkan komoditas unggulan hingga membuka pasar seluas-luasnya, termasuk ekspor, menurut Viva Yoga merupakan komitmen Kementrans. Kementerian ini sepenuh hati mendorong berbagai program dan kerja sama dengan berbagai pihak. 


Dari tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan komoditas lainnya Kita kembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan transmigran dan masyarakat yang menempati kawasan transmigras”, tuturnya. “Sesungguhnya potensi produk unggulan di kawasan transmigrasi sangat banyak, tinggal dihubungkan dengan pasar global”, tambahnya. 


Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam acara itu mengatakan ekspor rajungan ke Amerika Serikat ini merupakan momentum yang sangat membahagiakan. “Hari ini kita lepas dua (truck) container, mudah-mudahan selanjutnya lima (container)”, harapnya.

 Dikatakan Pemkab Gresik menyambut baik ekspor ini. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastiannya namun hari ini dari Gresik mampu menuju pasar dunia, khususnya Amerika serikat. (Nns)

Editor : Korwil Jatim