Detik7News.com | SURABAYA – Kota Surabaya kembali membuktikan diri sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga catur di Indonesia melalui suksesnya penyelenggaraan Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz. Kejuaraan bertaraf internasional ini diikuti 480 pecatur dari Indonesia, Uzbekistan, dan Australia, sekaligus menjadi ajang bergengsi bagi para atlet untuk mengejar rating internasional FIDE dan meningkatkan kualitas permainan mereka.
Turnamen yang dikemas sesuai standar Federasi Catur Internasional (FIDE) tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga catur di Kota Pahlawan. Selain menghadirkan persaingan yang kompetitif, kejuaraan ini juga mempertemukan pecatur dari berbagai kategori usia, mulai dari anak-anak usia 10 tahun hingga veteran, termasuk sejumlah Master Internasional yang turut meramaikan pertandingan.
Baca juga: Pancoran Group Gelar Syukuran, Resmikan Manajemen Baru dan Santuni 20 Anak Yatim
Mantan Ketua Percasi Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini memiliki nilai strategis dalam mendorong lahirnya atlet-atlet catur berprestasi yang mampu bersaing di level dunia.
"Event ini bertujuan untuk menstimulasi atlet agar bisa meraih rating internasional. Banyak peserta mengikuti turnamen ini mulai usia 10 tahun hingga kategori veteran. Bahkan sejumlah master internasional juga ikut ambil bagian," ujar Budi.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya Piala Wali Kota Surabaya dikemas dalam format internasional dengan standar FIDE dan bersifat terbuka (open), sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pecatur dari berbagai daerah maupun mancanegara untuk saling menguji kemampuan.
"Kalau sebelumnya jumlah peserta mencapai sekitar seribu orang, kali ini fokusnya adalah kualitas dengan standar internasional. Ini menjadi kesempatan emas bagi atlet Surabaya untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai daerah dan negara," tambahnya.
Di tengah kondisi kepengurusan Percasi Surabaya yang masih mengalami kekosongan, Budi menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh terhenti.
"Kita tidak boleh menjadikan kekosongan kepengurusan sebagai hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana olahraga catur di Surabaya tetap hidup, berkembang, dan terus melahirkan bibit-bibit atlet baru," tegasnya.
Ia berharap persoalan organisasi segera mendapatkan solusi agar tidak menghambat pembinaan catur yang selama ini menjadikan Surabaya sebagai salah satu barometer olahraga catur nasional.
Hal senada disampaikan mantan Bidang Organisasi Percasi Surabaya, Tri Indrawanto. Menurutnya, potensi atlet catur Surabaya sangat besar sehingga penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan menjadi kebutuhan penting dalam proses pembinaan.
"Atlet catur Surabaya memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan wadah untuk terus mengasah kemampuan. Setiap event, baik lokal, nasional maupun internasional, menjadi kesempatan penting untuk melihat perkembangan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding," ujarnya.
Tri menilai, Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpecatur, meningkatkan semangat sportivitas, serta memotivasi atlet untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional.
"Yang paling penting adalah para atlet memiliki kesempatan untuk terus berkembang. Dengan adanya turnamen seperti ini, mereka dapat mengukur kemampuan, meningkatkan jam terbang, dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi," pungkasnya.
Kejuaraan ini juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah. Dukungan dari berbagai sponsor, pelaku UMKM, dan industri perhotelan turut menyukseskan penyelenggaraan event, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala internasional.
Dengan suksesnya pelaksanaan Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz, diharapkan semakin banyak pecatur muda berbakat yang lahir dari Kota Pahlawan dan mampu mengharumkan nama Surabaya serta Indonesia di panggung catur dunia.
(Red)
Editor : Redaksi