Jatim Perkuat Posisi Gerbang Ekonomi Nasional, Instalasi Balai Karantina Terpadu Telah Diresmikan Gubenur Jawa Timur

detik7news.com
Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan posisi Jawa Timur sebagai simpul utama logistik nasional dengan meresmikan reaktivasi Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur

Detik7News.com | Sidoarjo - Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan posisi Jawa Timur sebagai simpul utama logistik nasional dengan meresmikan reaktivasi Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Jumat (8/5/2026). Namun lebih dari sekadar fasilitas pemeriksaan komoditas, instalasi ini disebut sebagai “benteng hayati” baru Indonesia dalam menghadapi ancaman biosecurity global.

Di tengah meningkatnya arus perdagangan internasional dan distribusi pangan antarpulau, Jawa Timur kini memegang peran strategis sebagai gerbang penghubung Indonesia barat dan timur. 

Baca juga: *Salah Satu Warga Tragah Tewas Dianiaya, Polres Bangkalan Masih Dalami Motif Pelaku*

Setiap tahun, lebih dari 350 ribu lalu lintas media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan keluar masuk wilayah ini.

“Jawa Timur bukan hanya lumbung pangan nasional, tetapi juga titik krusial rantai pasok Indonesia. Karena itu penguatan sistem karantina menjadi kebutuhan strategis,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Peresmian berlangsung meriah dengan suguhan Tari Remo khas Jawa Timur yang menggambarkan semangat energik arek-arek Suroboyo. Namun di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan serius: perang melawan ancaman penyakit, penyelundupan biologis, hingga infiltrasi narkoba melalui jalur logistik pangan.

Kepala Badan Karantina Indonesia menyebut instalasi ini sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan konsep layanan terpadu lintas sektor. Seluruh proses karantina hewan, ikan, dan tumbuhan kini berada dalam satu kawasan berbasis one stop service.

“Kalau sebelumnya layanan terpisah-pisah, sekarang terintegrasi. Dampaknya bukan hanya pengawasan lebih kuat, tetapi juga biaya logistik lebih murah dan proses lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: "Polrestabes Surabaya Ringkus 192 Pelaku, 163 Kasus Curanmor Hingga Gangster Berhasil Diungkap".

Keberadaan fasilitas ini juga menjadi jawaban atas meningkatnya ancaman biosecurity nasional. Pemerintah menyoroti kasus masuknya hewan ilegal pembawa virus PMK yang sempat mengguncang populasi ternak nasional beberapa tahun lalu. Bahkan, otoritas karantina mengungkap adanya temuan pakan ternak yang dicampur narkoba sebagai modus baru penyelundupan lintas wilayah.

Karena itu, instalasi karantina terpadu di Jawa Timur diposisikan bukan sekadar fasilitas administratif, melainkan sistem pertahanan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur, Sokhib menjelaskan bahwa proyek ini sebenarnya telah dirintis sejak 2013. Setelah melalui proses panjang lintas pemerintahan dan lembaga, instalasi akhirnya resmi aktif kembali pada 30 Maret 2026.

Baca juga: Hidupkan Kembali Cita Rasa Autentik, Horison Arcadia Heritage Surabaya Hadirkan Promo Kuliner Eksklusif

Berdiri di atas lahan 2,8 hektare milik pemerintah daerah, fasilitas ini didukung kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, instansi vertikal, hingga sektor usaha logistik dan pertanian.

Bagi Jawa Timur, proyek ini mempertegas transformasi daerah dari sekadar pusat distribusi menjadi pusat kontrol keamanan komoditas nasional. Sementara bagi Indonesia, instalasi ini menjadi model baru pengawasan perdagangan modern yang menggabungkan efisiensi logistik dengan perlindungan biosecurity.

Dengan beroperasinya Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur, pemerintah berharap distribusi komoditas strategis nasional menjadi lebih cepat, aman, dan transparan sekaligus memperkuat daya tahan pangan Indonesia menghadapi ancaman global di masa depan.(Doni)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru