FKLL Kota Surabaya Rumuskan Strategi Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Bubutan

detik7news.com
September 2026 — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.

Detik7News.com / SURABAYA, 7 September 2026 — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kota Surabaya menggelar koordinasi dan diskusi bersama untuk merumuskan strategi keselamatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kecamatan Bubutan.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan DBL Arena Surabaya tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Jasa Raharja Cabang Surabaya, Kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, serta stakeholder lainnya yang memiliki perhatian terhadap peningkatan keselamatan transportasi di Kota Surabaya.

Baca juga: Alya Stiker, Rekomendasi Tempat Pemasangan Stiker Motor dan Mobil di Surabaya Pusat

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan di wilayah Bubutan.

Pembahasan dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi antarinstansi, pemanfaatan data kecelakaan lalu lintas, serta pemetaan titik-titik yang dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan secara lebih serius.

Wilayah Kecamatan Bubutan menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kepadatan kendaraan, aktivitas masyarakat di sepanjang ruas jalan, serta interaksi berbagai jenis pengguna jalan menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi melalui langkah keselamatan yang tepat.

Dalam forum tersebut, sejumlah strategi pencegahan kecelakaan turut dibahas. Di antaranya peningkatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, optimalisasi rekayasa lalu lintas, peningkatan kelengkapan rambu dan marka jalan, penanganan titik rawan kecelakaan, hingga penguatan pengawasan terhadap perilaku pengguna jalan.

FKLL juga menilai pemetaan lokasi rawan kecelakaan harus dilakukan secara lebih terintegrasi. Data mengenai lokasi kejadian, karakteristik kecelakaan, hingga faktor penyebab perlu dianalisis sebagai dasar menentukan bentuk intervensi yang paling tepat.

Baca juga: FKLL Surabaya Tetapkan Strategi Tekan Angka Kecelakaan di Kecamatan Genteng

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, setiap program keselamatan diharapkan tidak sekadar bersifat responsif setelah kecelakaan terjadi, tetapi mampu mencegah potensi kecelakaan sejak awal.

“Keselamatan lalu lintas harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan langkah konkret lintas sektor agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pembahasan FKLL Kota Surabaya.

FKLL Kota Surabaya juga mendorong agar program keselamatan lalu lintas lebih mengedepankan aspek preventif dan promotif, melalui edukasi masyarakat, rekayasa keselamatan jalan, penyempurnaan sarana pendukung lalu lintas, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: HUT RI ke-81, MAKI Jatim Gelar Lomba Mancing Lele, Dorong Ekonomi Kreatif dan Kebersamaan Masyarakat

Melalui koordinasi tersebut, FKLL diharapkan mampu membangun komitmen bersama untuk menyusun program keselamatan lalu lintas yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data, khususnya di wilayah Kecamatan Bubutan.

Sinergi antara pemerintah daerah, Kepolisian, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat dan langkah penanganan yang tepat sasaran, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya, khususnya wilayah Bubutan, diharapkan dapat terus ditekan. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan transportasi perkotaan yang semakin aman, tertib, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru