Detik7News.com / Surabaya – Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli menjadi momentum penting untuk merawat ingatan kolektif bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi. Semangat tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik dan Inisiasi Pustaka Perjuangan bertema "Merawat Sejarah, Mewariskan Perjuangan" yang digelar di Posko Pandegiling, Jalan Pandegiling No. 223 Surabaya, Jumat (24/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Budi Leksono, bersama sejumlah tokoh nasional, pelaku sejarah Kudatuli, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan, Fraksi PDI Perjuangan, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perjalanan demokrasi Indonesia.
Baca juga: Hotel 88 Surabaya Komitmen Hadirkan Cita Rasa Nusantara Lewat Menu Indonesian Heritage
Hadir sebagai keynote speaker, Bonnie Triyana, Kepala Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan, yang mengulas kembali makna historis Peristiwa Kudatuli 1996 sebagai salah satu tonggak penting perjuangan demokrasi Indonesia. Menurutnya, sejarah harus terus dihidupkan agar tidak hilang ditelan zaman dan menjadi pelajaran bagi generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Leksono menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa.
"Perjuangan demokrasi dibangun melalui pengorbanan banyak pihak. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga semangat tersebut dan mewariskannya kepada generasi muda agar mereka memahami arti penting kebebasan, persatuan, dan keadilan," ujar Budi Leksono.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan milenial dan Generasi Z, untuk lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa sehingga mampu mengambil hikmah dari perjalanan demokrasi Indonesia.
Menurutnya, pemahaman sejarah akan melahirkan generasi yang tidak mudah melupakan nilai-nilai perjuangan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
Selain diskusi publik, kegiatan juga ditandai dengan Inisiasi Pustaka Perjuangan, sebuah ruang literasi yang menghadirkan berbagai buku, arsip, serta dokumentasi perjuangan demokrasi sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan dibukanya Pameran Foto Juang yang berlangsung pada 24–28 Juli 2026. Pameran tersebut menampilkan dokumentasi perjalanan sejarah dan perjuangan demokrasi yang menjadi bagian penting dari dinamika bangsa Indonesia.
Baca juga: Wedding Vendor Gathering 2026 Hotel 88 Embong Malang Surabaya Tuai Apresiasi
Sejumlah tokoh yang turut hadir di antaranya Jagad Hari Suseno, putra almarhum Sucipto, salah satu pelaku sejarah Kudatuli, Puti Guntur Soekarno, cucu Proklamator Bung Karno, mantan Wali Kota Surabaya Bambang D.H., Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifudin Zuhri, para pelaku sejarah Kudatuli, rekan-rekan Promeg, serta segenap jajaran pengurus DPC Fraksi, PAC ,Ranting dan Anak Ranting serta sayap partai, kader dan simpatisan
Para narasumber dan peserta sepakat bahwa sejarah perjuangan demokrasi harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami bahwa kebebasan, hak menyampaikan pendapat, dan kehidupan demokrasi yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.
Peringatan 30 Tahun Kudatuli pun menjadi pengingat bahwa bangsa yang menghargai sejarah akan memiliki fondasi yang kuat dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, serta membangun Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban.
Editor : Redaksi