Diduga Tak Sesuai Janji, Dua Peserta Kecewa dengan Program Riau Training Center

detik7news.com
Dua peserta pelatihan berinisial R dan M mengaku kecewa terhadap program yang diselenggarakan oleh Riau Training Center (RTC).

Detik7News.com l Surabaya, Jumat, 3 Juli 2026 – Dua peserta pelatihan berinisial R dan M mengaku kecewa terhadap program yang diselenggarakan oleh Riau Training Center (RTC). Keduanya menilai fasilitas dan penempatan kerja yang diterima tidak sesuai dengan janji yang disampaikan saat proses pendaftaran.

Menurut pengakuan mereka, peserta diwajibkan membayar biaya pelatihan sebesar Rp14 juta, sementara tersedia pula program senilai Rp8 juta bagi peserta yang memilih skema langsung bekerja. Dalam penawarannya, RTC disebut menjanjikan penempatan kerja sesuai kompetensi serta pengurusan Surat Izin Operator (SIO) sebagai syarat pendukung untuk bekerja sebagai operator alat berat.

Baca juga: Perkuat Sinergitas, Penasehat KWI dan Madas Sedarah Silaturahmi ke Kanit Reskrim Polsek Kenjeran

R dan M mengaku sempat dijelaskan bahwa meskipun belum mengikuti pelatihan secara penuh, mereka dapat langsung bekerja, sementara proses penerbitan SIO akan diurus oleh RTC dalam waktu sekitar tiga bulan.

Namun, menurut keduanya, realisasi di lapangan berbeda dengan yang dijanjikan. Mereka mengaku ditempatkan di sebuah proyek hanya sebagai helper, bukan sebagai operator alat berat.

"Saya merasa kecewa atas iming-iming yang diberikan RTC. Saya dijanjikan penempatan kerja dan diberikan SIO setelah tiga bulan untuk menunjang pekerjaan saya. Tetapi kenyataannya saya hanya ditempatkan di proyek sebagai helper," ujar R dan M kepada awak media.

Mereka menjelaskan, selama bekerja tugas yang diberikan hanya mencuci alat berat, mengganti oli, serta menyiapkan air, bukan mengoperasikan alat berat sebagaimana yang mereka harapkan.

Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80 | Kapolrestabes Surabaya: Kepercayaan Publik Meningkat, Semangat Jogo Surabaya 

Selain itu, keduanya juga mengaku menerima upah yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Mereka menyebut sebelumnya dijanjikan gaji sebesar Rp1.000.000 per bulan, namun yang diterima hanya sekitar Rp600.000 dengan alasan adanya pemotongan untuk biaya makan.

"Saya seharusnya menerima gaji Rp1.000.000, tetapi setiap bulan hanya menerima Rp600.000 dengan alasan dipotong untuk makan," ungkap salah seorang peserta.

Kondisi tersebut membuat R dan M mengaku terlantar di perantauan. Sebagai anak rantau, mereka mengaku mengalami kesulitan ekonomi hingga akhirnya mendapat bantuan dari seorang warga yang memberikan tempat tinggal sementara serta uang saku agar mereka dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan orang tua.

Baca juga: Direktur Utama PT. Kembar Media Group Ajak Masyarakat Perangi Narkoba di Hari Anti Narkoba Sedunia

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Riau Training Center (RTC) belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait pengakuan kedua peserta tersebut.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak Riau Training Center (RTC) untuk menggunakan hak jawab, memberikan klarifikasi, maupun tanggapan atas pemberitaan ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Hak jawab yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku.

(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru