Muktamar IV YA Ibad Dorong Dakwah dan Kepedulian Lingkungan

detik7news.com
Ketua Pelaksana Muktamar IV YA Ibad, Yusuf Ibrahim, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga pembentukan sumber daya manusia dan penguatan kepedulian sosial

Detik7news.com / Muktamar IV YA Ibad menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam menyebarkan nilai kebaikan sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diikuti pengurus YA Ibad dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Pelaksana Muktamar IV YA Ibad, Yusuf Ibrahim, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga pembentukan sumber daya manusia dan penguatan kepedulian sosial.

Menurutnya, nilai-nilai kebaikan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal sederhana hingga persoalan yang lebih besar.

"Tujuannya menyebarkan rahmat kepada seluruh alam semesta. Kami berusaha membentuk sumber daya manusia yang potensial sekaligus meningkatkan kualitas kepribadian secara berkesinambungan," kata Yusuf.

Yusuf menyebut YA Ibad juga memberi perhatian terhadap pencegahan kenakalan remaja dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kerja sama dengan Polri dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Selain itu, rangkaian kegiatan YA Ibad juga diarahkan pada kepedulian lingkungan melalui program Desa Ramah Bumi.

Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar YA Ibad untuk mengajak jamaah dan masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Yusuf mengatakan sebelum pelaksanaan Muktamar IV, YA Ibad juga menggelar safari ke sejumlah cabang selama Februari 2025 hingga 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi sekaligus memperkuat keterlibatan jamaah dan masyarakat.

"Saat ini pengurus YA Ibad sudah berjumlah 27 cabang di Indonesia. Muktamar ini dihadiri pengurus dari berbagai daerah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, mengapresiasi kontribusi organisasi dan yayasan keagamaan dalam memperkuat sumber daya manusia.

Menurut Basnang, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun pendidikan dan pembinaan masyarakat. Peran organisasi masyarakat dan yayasan, termasuk pesantren, dinilai turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan moral generasi bangsa.

"Pesantren telah berkontribusi dalam pendidikan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka. Karena itu, kontribusi yayasan dan masyarakat dalam penguatan sumber daya manusia patut diapresiasi," kata Basnang.

Ia juga mendorong YA Ibad untuk terus mengembangkan peran pendidikan, termasuk mendirikan dan mengembangkan pesantren melalui cabang-cabang yang telah dimiliki sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang menempatkan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Melalui Muktamar IV, YA Ibad berharap gerakan dakwah tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial, kepemudaan, pemberantasan narkoba hingga persoalan lingkungan. ( Nns )

Editor : Korwil Jatim

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru